blog

Peringatan Hari Libur Obon Merayakan Kedatangan Arwah Leluhur

Sekilas Obon No Hi

Hari libur Obon atau お盆の日 adalah perayaan untuk memperingati arwah leluhur dan nenek moyang ini dijadikan sebagai hari libur nasional yang ditetapkan pada tanggal 15 Juli. Seperti yang kita tahu Jepang merupakan negara yang kaya akan kebudayaannya.

Perayaan memperingati leluhur ini merupakan sebuah tradisi dari Jepang yang pada umumnya dikenal sebagai upacara yang berkaitan dengan agama Budha Jepang. Tapi banyak sekali tradisi dalam perayaannya yang tidak bisa dijelaskan oleh dogma agama Budha tersebut.

Dahulunya tradisi ini dirayakan pada bulan ketujuh dihitung menggunakan kalender lunar. Namun berbeda pada saat ini masyarakat Jepang merayakan hari libur Obon ini antara tanggal 13, 14 15 Juli tergantung daerah yang merayakannya.

Tujuan dari perayaan ini bentuk terima kasih kepada Tuhan dan penghormatan kepada leluhur dan nenek moyang mereka.

Sejarah Singkat Perayaan Hari Libur Obon

Pada sekitar abad ke 8 perayaan ini sudah ada dan kemudian dipopulerkan lewat event besar berbentuk festival pada abad ke 12, hal ini disebabkan semakin banyaknya jumlah pengikut agama Budha.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa ini merupakan upacara yang kaitannya erat dengan agama Budha. Festival ini berasal dari sebuah kitab suci Budha. Di dalam kitab tersebut terdapat sebuah cerita bahwa ada salah seorang murid Budha mengetahui kondisi ibunya yang sudah meninggal.

Seorang murid itu tahu ibunya mendapat hukuman ditempakan di tempat yang menderita karena kelaparan dan kehausan. Kemudian dia mendengar bisikan dari sang Budha untuk memberikan jamuan kepada arwah – arwah tersebut berupa makanan dan minuman.

Kemudian dia juga diberikan tugas untuk memberikan persembahan kepada para pemuka agama Budha (僧侶) atau yang kita kenal biksu. Persembahan – persembahan itulah yang akan membebaskan para arwah yang tersiksa.

Hari libur Obon ini merupakan salah satu hari yang banyak dinantikan oleh sebagian Jepang, karena bertepatan dengan musim panas. Orang yang tidak merayakan perayaan ini, hanya menjadikan hari ini sebagai hari libur musim panas.

Sedangkan untuk orang merayakan, mereka berbondong – bondong pulang ke tempat asalnya masing-masing bersama anak, istri dan keluarga yang lainnya. Karena banyak orang Jepang bekerja di kota besar yang jauh dari tempat asalnya.

Beberapa Ritual Perayaan Obon

Hari libur Obon ini pada awalnya berasal dari tradisi agama Budha yang memiliki tujuan menghormati leluhur dan nenek moyang yang telah meninggal. Dipercaya pada hari ini para arwah leluhur mereka datang ke rumah untuk mengunjungi keluarga mereka seperti anak, cucu, dan cicit.

Keluarga yang masih hidup wajib menyambut para leluhur pada hari itu dengan merayakannya. Keluarga akan menyalakan api, berdoa, kemudian mempersembahkan makanan untuk leluhur. Menyambut mereka dengan tari – tarian Bon Odori.

Tidak heran pada hari ini jalanan menjadi macet karena orang-orang hilir mudik ke tempat asalnya untuk merayakan. Bahkan Sebagian rela menutup toko-tokonya.

01. Mukaebi

Mukaebi adalah proses menyalakan api unggun kecil di depan rumah, keluarga membuat api unggun ini dari Ogara (batang tanaman rami). Asap dari api unggun kecil ini dipercaya akan menuntun para arwah untuk Kembali pulang ke rumah.

Beberapa daerah di perayaan hari libur Obon ini ada yang membuat kuda dan sapi menggunakan sayuran timun. Hal ini dipercaya akan mengantarkan roh untuk pulang, dan terong itu bisa mengirim mereka Kembali ke surga saat festival ini berakhir.

02. Ohakamairi

Ohakamairi ini adalah proses menziarahi makam – makam leluhur dengan cara membersihkan kuburan tersebut, menyiramnya dengan air, hiasan berupa dupa, tidak lupa dengan doa.

03. Hoyo/kuyo

Hari kedua dan ketiga pada perayaan Obon keluarga mengundang pendeta Budha kemudian membacakan sutra untuk para arwah dan melakukan upacara peringatan atau yang disebut Hoyo atau Kuyo (法要・供養). Setelah selesai akan diadakan makan – makan keluarga untuk menghormati para leluhur.

Jepang merupakan negara yang kaya kebudayaannya. Salah satunya adalah perayaan memperingati dan menghormati para leluhur mereka yang ditetapkan 15 Juli. Orang Jepang yang merayakan sangat antusias menyambut hari perayaan hari libur Obon ini.

Kontributor: Team-SA

ABOUT ME
Hanif
Kuli Bahasa, bahasa Jepang - bahasa Indonesia

Tinggalkan Balasan