Arsip Kategori: Kuliah

tentang mata kuliah baru-baru ini

Destin Histoire PPL- Belajar Mengajar

Masuk tahun ke-4 kuliah, masuk ke masa-masa penghujung para penghuni kampus. Tahun ke-4 ini di mulai dengan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan alias praktek mengajar di SMA. Gak pake panjang lebar lagi, SMAN 1 Kendal atau yang lebih dikenal SMANIK menjadi lokasi PPL saya. Tidak beda jauh dengan iklim di Semarang, suhu udara di Kendal juga Panas, khususnya SMA N 1 Kendal yang masuk daerah dataran rendah, perbedaan yang paling terasa mugkin adalah jam kerja. Ketika di kampus kuliah biasanya masuk jam 8 atau kelas paling pagi jam 7, maka di SMA masuk sebelum 06.45 merupakan hal pertama yang cukup bikin kaget qkqk ditambah lagi hari Senin Upacara bendera masuk 06.15 benar-benar zona waktu yang beda bagi mahasiswa tingkat menengah seperti kami.

Berujung menjadi late post setelah 4 bulan blog tak tersentuh akhirnya ada kemauan untuk nulis lagi. Sebelum ingatan saya semakin pudar, sambil menatap langit-langit coba mengingat kemarin ngapain aja, …………..hmm sudah mulai banyak yang terlupa.

Lanjutkan membaca Destin Histoire PPL- Belajar Mengajar

Iklan

Eien No kizuna

Antusiasme para pecinta Jejepangan (kalo boleh disebut) terlihat bergumul di depan panggung lapangan B-1 Fakultas Bahasa dan Seni seiring dengan malam yang semakin petang namun acara Nimats 2016 semakin “memanas” dan ramai, makannya kali ini saya akan membahas kegiatan tahunan mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang Unnes.

IMG_8232
Suasana dari depan panggung

Kegiatan tahunan Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang, salah satunya adalah Nihon Matsuri atau Festival Jejepangan hari itu berjalan lancar, kali ini mengusung tema “Akulturasi” budaya Indonesia dan Jepang dengan judul “Eien No Kizuna”. Menurut saya ini merupakan salah satu event budaya Jepang terbesar di kota Semarang. Acara Nimats ini dimulai sejak 16 April 2016, Lomba SMA berakhir 14 Mei 2016 lalu dengan Festival puncak. Lanjutkan membaca Eien No kizuna

Dari blog

「仕事を選ぶ際、キミなら給料と仕事のやりがいとどちらを優先するか」と聞かれたら、すぐ返事できない。給料だけを狙うか。それとも金持ちにならず夢を追いかけるか。それを考えて、決まった。

Ketika di tanya tentang pekerjaan “Lebih memprioritas pekerjaan yang sesuai keinginan atau pekerjaan dengan bayaran tinggi?” saya tidak bisa langsung menjawab karena kepikiran antara memilih gaji besar saja atau malah nanti tidak jadi orang yang kaya(harta) karena mengejar mimpi. Setelah saya pikirkan, saya pun memutuskan.

私は給料よりも仕事のやりがいを優先する。なぜなら、仕事のやりがいで仕事の時はストレスがあまり溜まっていないからだ。そして、好きなことをしながら、金儲けができる。さらに、私は日本語がすきで、日本語を使う仕事をしたい。

Saya lebih memprioritaskan bekerja sesuai dengan keinginan dari pada pekerjaan yang bergaji tinggi. Jika ditanya kenapa, bekerja dengan sesuai keinginan pasti tidak terlalu tertekan ataupun stress. Apalagi selagi melakukan apa yang kita suka, dibayar pula. Lalu yang terpenting, pekerjaan yang berhubungan dengan bahasa Jepang, karena saya suka dan mempelajari bahasa Jepang.

確かに、仕事のやりがいを優先したら、ストレスがあまり溜まらないという良い点でいいだろう。しかし、人生はそんなに甘いものじゃない。予定通りには思わない。幸せの道は一つだけじゃない、非常の時にはやりがいと別の判断が必要と思う。けれども、その時はその時である。今はやりがいを優先して、未来へ向かう。

Tentu saja, jika memprioritaskan pekerjaan yang sesuai keinginan nantinya tidak terlalu tertekan dan stress. Tapi namanya juga hidup, isinya tidak selalu yang seperti kita harapkan. Jalan kehagian bukan hanya satu, ada saat darurat ketika kita harus melakukan sesuatu tidak sesuai rencana. Nanti ketika “saat itu” datang, ya lakukan yang harus dikerjakan “saat itu”. Saat ini lakukan yang ingin dilakukan dulu.

以上理由から、私は仕事を選ぶ際には仕事のやりがいが大切だと思うつまり今の気持ちというわけだ。

Dari alasan di Atas, saya lebih memprioritaskan pekerjaan sesuai dengan keinginan, atau dengan kata lain ini apa yang saat ini saya rasakan.


Tulisan di mata kuliah sakubun yang saya setor ke Sensei kemarin, sepertinya masih banyak kesalahan di sana sini (´・ω・`)

shigoto no yarigai 仕事のやりがい Pekerjaan yang dilakukan memiliki nilai, nilai yang diukur bukan dari jumlah bayaran atau gaji yang diterima, ketika perkerjaan tersebut berhasil rasanya benar-benar gembira.

Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit

インドネシアには『sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit』 というたとえがある。日本語では「小さいことから、丘になる」、それは小さいやりごとから、結果は大き事になるという意味だ。

昔から、インドネシアには丘が多いいで、人とともに生活をしているから。それで、よくこのたとえが使われる。現在でも、このたとえはお金を貯金している人がお金持ちになった場面で使われる。

私がこのたとえを紹介したいと思ったのは、このたとえが子供ころから、有名なたとえだ。それよりも、丘はインドネシアらしいの自然の環境の形である。そして、日本ではにているたとえがあり、せれはちりも積もれば、山となると言うたとえがあるから。日本人にとって、分かりやすいと思う。

現在、このたとえは生活には良く使うから、将来にもこのたとえは使うとおもう。

menulis itu tidak mudah, mengarang itu sulit. Maka kalau disuruh menulis karangan.. uhh(emoticon sweat drop)

menulis karangan dalam bahasa Jepang 作文 (sakubun) bisa dibilang sulit bagi saya, karena faktanya menulis karangan dalam bahasa Indonesia saja kesulitan. Kesulitan karena tidak terbiasa, sulit mengeluarkan kata-kata, tidak tahu mau memulai dari mana. Apalagi dengan keterbatasan perbendaharaan kata-kata rasanya sulit menuangkan gagasan kedalam bentuk tulisan. Lanjutkan membaca Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit

Pidato Bahasa Jepang se-Jawa Tengah 2015 : 楽しいかったゼー!

Berpidato di depan umum tentu bukan sesuatu yang mudah, selain hapal dan memahami pidato yang dibawakan, juga harus siap mental supaya nantinya diwaktu menyampaikan tidak lupa dan nge-blank apalagi di depan banyak audien dari berbagai kalangan dan saya percaya itu perlu persiapan dan usaha untuk menghapal agar bisa tampil percaya dan sempuran (paling tidak ini yang dipikirkan ketika semua persiapan sudah komplit). ditambah lagi kalau menggunakan bahasa Jepang, yang merupakan bahasa asing di Indonesia. Bagaimana, kedengarannya menarik bukan? Lalu pada kesempatan ini saya bermaksud menuliskan tentang acara tahunan Benron Taikai. Benron Taikai? belum pernah dengar istilah ini? bukan sejenis barongsai lho.. benron taikai  adalah lomba berpidato dalam bahasa Jepang yang merupakan bentuk kerjasama Prodi Pendidikan Bahasa Jepang dengan The Japan Foundation. Alhadulillah kali ini tahun ke-5 Unnes menjadi tuan rumah tempat diselenggarakan  benron taikai tingkat universitas se-Jawa Tengah. Lanjutkan membaca Pidato Bahasa Jepang se-Jawa Tengah 2015 : 楽しいかったゼー!

不合格=もっと頑張れ、諦めるな!belum lolos = coba lagi!

Hasil dari Japanese-Language Proficiency Test (JLPT) atau 日本語能力試験 nihongo nouryokushiken atau Nouken, hari ini sudah bisa dilihat di website JLPT dan tentunya saya juga sebagai salah satu peserta yang kemarin mengikuti JLPT di Jogja Minggu, 7 Desember 2014 sangat penasaran dengan hasilnya. Segeralah saya masuk ke laman JLPT mengisi nomor registrasi ujian dan password maka keluar hasil jbreettt! not passed. Saya dinyatakan belum lulus N3 sungguh kecewa rasanya karena reading dan tatabahasa saya jeblok nilainya ckakak cuma bagian listening yang lumayan. ini artinya saya akan kembali mengikuti Nouryokushiken di kesempatan selanjutnya, di Jakarta atau Jogja. Lanjutkan membaca 不合格=もっと頑張れ、諦めるな!belum lolos = coba lagi!