Bikin Paspor Sendiri Tanpa Calo

Sampai saat ini belum pernah ke luar negeri sih, tapi saya punya keinginan suatu saat menginjakan kaki di negeri asing yang berjarak ribuan kilo meter dari nyamanya rumah, oleh karena itu akhir bulan lalu berhubung salah satu syarat administrasi seleksi progam ke Jepang dari kampus harus memiliki paspor, akhinya mantaplah kali ini membuat paspor. Membuat paspor bisa dibilang mudah prosesnya, dengan datang langsung kantor imigrasi terdekat.

Sesuai dengan judul post, sendirian tanpa teman pada hari Selasa sekitar Jam 9 saya sampai ke Kantor Imigrasi Semarang di jalan Siliwangi No 154 Krapyak tepatnya di sebelah pengadilan tempat dulu mengurus surat tilang. Saya memilih cara pandataran walk-in (konvensional) karena tidak sempat untuk pendaftaran online yang harus siap-siap dari jauh-jauh hari. Seperti kata Henni, Suci dan Ai yang datang ke Imigrasi jam setengah 7 dan cepat selesainya, saya datang jam 9 merupakan suatu keterlambatan karena pada jam ini nomor antrean GEDE yang kita dapat, untungya setelah mendapat nomor antrean kita bisa duduk di kursi yang disediakan dan gak perlu antre mengular hihi. Perlu diingat juga kantor Imigrasi Semarang ini hanya melayani pengambilan nomor antrean sampai Jam 10.00, jadi lebih dari jam 10 sudah tidak dapat kesempatan untuk membuat paspor di hari itu. Tidak ketinggalan syarat untuk membuat paspornya yaitu KTP, Kartu Keluarga, dan Akte Kelahiran serta copian juga disiapkan daripada nanti harus antri lagi di tempat photocopy waktu membuat paspor dan yang paling parah kalau harus balik lagi ke rumah karena dokumen yang masih kurang langkap, kan kesel juga!20160531_110506[1]

Lanjutkan membaca Bikin Paspor Sendiri Tanpa Calo

Iklan

Eien No kizuna

Antusiasme para pecinta Jejepangan (kalo boleh disebut) terlihat bergumul di depan panggung lapangan B-1 Fakultas Bahasa dan Seni seiring dengan malam yang semakin petang namun acara Nimats 2016 semakin “memanas” dan ramai, makannya kali ini saya akan membahas kegiatan tahunan mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang Unnes.

IMG_8232
Suasana dari depan panggung

Kegiatan tahunan Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang, salah satunya adalah Nihon Matsuri atau Festival Jejepangan hari itu berjalan lancar, kali ini mengusung tema “Akulturasi” budaya Indonesia dan Jepang dengan judul “Eien No Kizuna”. Menurut saya ini merupakan salah satu event budaya Jepang terbesar di kota Semarang. Acara Nimats ini dimulai sejak 16 April 2016, Lomba SMA berakhir 14 Mei 2016 lalu dengan Festival puncak. Lanjutkan membaca Eien No kizuna

box business celebrate celebration
Photo by rawpixel.com on Pexels.com

「仕事を選ぶ際、キミなら給料と仕事のやりがいとどちらを優先するか」と聞かれたら、すぐ返事できない。給料だけを狙うか。それとも金持ちにならず夢を追いかけるか。それを考えて、決まった。

Ketika di tanya tentang pekerjaan “Lebih memprioritas pekerjaan yang sesuai keinginan atau pekerjaan dengan bayaran tinggi?” saya tidak bisa langsung menjawab karena kepikiran antara memilih gaji besar saja atau malah nanti tidak jadi orang yang kaya(harta) karena mengejar mimpi. Setelah saya pikirkan, saya pun memutuskan.

私は給料よりも仕事のやりがいを優先する。なぜなら、仕事のやりがいで仕事の時はストレスがあまり溜まっていないからだ。そして、好きなことをしながら、金儲けができる。さらに、私は日本語がすきで、日本語を使う仕事をしたい。

Saya lebih memprioritaskan bekerja sesuai dengan keinginan dari pada pekerjaan yang bergaji tinggi. Jika ditanya kenapa, bekerja dengan sesuai keinginan pasti tidak terlalu tertekan ataupun stress. Apalagi selagi melakukan apa yang kita suka, dibayar pula. Lalu yang terpenting, pekerjaan yang berhubungan dengan bahasa Jepang, karena saya suka dan mempelajari bahasa Jepang.

確かに、仕事のやりがいを優先したら、ストレスがあまり溜まらないという良い点でいいだろう。しかし、人生はそんなに甘いものじゃない。予定通りには思わない。幸せの道は一つだけじゃない、非常の時にはやりがいと別の判断が必要と思う。けれども、その時はその時である。今はやりがいを優先して、未来へ向かう。

Tentu saja, jika memprioritaskan pekerjaan yang sesuai keinginan nantinya tidak terlalu tertekan dan stress. Tapi namanya juga hidup, isinya tidak selalu yang seperti kita harapkan. Jalan kehagian bukan hanya satu, ada saat darurat ketika kita harus melakukan sesuatu tidak sesuai rencana. Nanti ketika “saat itu” datang, ya lakukan yang harus dikerjakan “saat itu”. Saat ini lakukan yang ingin dilakukan dulu.

以上理由から、私は仕事を選ぶ際には仕事のやりがいが大切だと思うつまり今の気持ちというわけだ。

Dari alasan di Atas, saya lebih memprioritaskan pekerjaan sesuai dengan keinginan, atau dengan kata lain ini apa yang saat ini saya rasakan.


Tulisan di mata kuliah sakubun yang saya setor ke Sensei kemarin, sepertinya masih banyak kesalahan di sana sini (´・ω・`)

shigoto no yarigai 仕事のやりがい Pekerjaan yang dilakukan memiliki nilai, nilai yang diukur bukan dari jumlah bayaran atau gaji yang diterima, ketika perkerjaan tersebut berhasil rasanya benar-benar gembira.

Smilies dan Emoji WordPress

Orang yang sering menggunakan aplikasi chatting atau berkomunikasi lewat tulisan pasti sudah tidak asing dengan icon unik yang sering diselipkan dalam pecakapan. Ikon tersebut biasa disebut dengan emoji atau emoticon atau smilies benyak digunakan untuk membuat tulisan semakin berekspresi dan mengurangi kekakuan yang selama ini ada di komunikasi via teks.

Untuk menggunakan gambar smilies alias expresi wajah digital di WordPress, pastikan dulu Pengaturan-> Penulisan lalu centang box di sebelah tulisan Konversikan emoticon seperti :-) dan :-P ke grafis pada tampilan

konversi smile

Ini dia daftar ekspresi yang bisa dipakai di platform WordPress.com: Lanjutkan membaca Smilies dan Emoji WordPress

Hasil JLPT

Hasil JLPT Desember 2015

Pengumuman JLPT (Japanese Language Proficiency Test) atau 日本語能力試験 yang dilaksanakan pada hari Minggu, 6 Desember 2015 kemarin bisa dicek dan tersedia di laman resmi JLPT ( http://jlpt.jp/e/guideline/results_online.html ) mulai tanggal 27 Januari pukul 08.00 sampai  31 Maret pukul 15.00 WIB

Sertifikat JLPT

Karena menunggu hasil ujian dikirim ke rumah atau ke sekolah itu 😦 masih lama, Seluruh peserta yang kemarin mengikuti bisa melihat skor yang didapat dengan cara mengakses laman JLPT kemudian masukan Nomor Ujian Peserta dan 8 digit Password yang tertera di formulir pendaftaran, jadi jangan sampai kehilangan nomor ujian dan password JLPT 😀

lavender es krim

Sambutan Keramahan Alam Hokkaido

Map of Japan with highlight on 01 Hokkaido prefectureHokkaido 北海道, pulau terbesar nomor dua setelah Honshuu di Jepang ini terletak di bagian utara Jepang dikelilingi Laut Jepang, Laut Okhotsk, dan Samudra Ocean tidak kalah dengan Indonesia, keindahan alam Hokkaido itu duhh sudah banget untuk ditolak, terkenal dengan komoditas alam, produk lautnya yang berkualitas dan perkebunan bunga. Dari Ibukota Jepang, Tokyo. Ditempuh menggunakan Pesawat terbang memakan waktu kurang lebih satu setengah jam

Doraemon Waku Waku Skypark

Nah kalo berkunjung ke Hokkaido kebetulan via Pesawat maka akan ketika sampai di Hokkaido bandara Shin Chitose(New Chitose) atau datang lebih cepat dari jadwal nunggu pesawat, bisa main dulu ke Doraemon Waku Waku Sky Park dulu yang merupakan fasilitas dari bandara sendiri. Letaknya sendiri berada di domestic terminal bulding tepatnya di lantai 3F, dengan konsep mini park tapi Doraemon Sky Park ini terbagi atas 7 bagian lho, diantaranya Park Zone, Work shop, Library/Amusement Zone, Cafe, Shop, dan Kids Zone. Di bagian Shop kita bisa mencari pernak-pernik barang kolaborasi orisinil dari Doraemon, Nobita dan lainnya. Tidak ketinggalan salah satu boneka kucing biru terbesar juga terdapat disini, di waktu tertentu juga ada berbagai atraksi yang akan memanjakan pengemar anak-anak dan dewasa.

6029484134_b7e5b603dd_o
ドラえもんわくわくスカイパーク: Antre yang tertib ya agan-agan. photo by Tzusun Hsu used under Creative Commons 4.0

Untuk urusan perut di Cafe Zone terdapat Doraemon Official Cafe, jelas yang dijual disini adalah menu kesukaan kucing eh… Doraemon yaitu Dorayaki! menu lainya juga ada pizza, latte, paket buat anak-anak, Taiyaki, dan banyak lainnya tentunya. Buat pencinta Doraemon walahh taman kecil ini bisa memuaskan hasrat kalian para pecinta kucing biru ini. Fasilitas rahasia di bandara Shin Chitose ini membawa konsep “Experience, Fine, Understand, and Play” Waku Waku park ini buka dari Pukul 10 Pagi sampai Pukul 06 Sore, tiket masuknya lumayan … (isi sendiri) untuk dewasa dikenakan tarif masuk 600円 sedangkan untuk anak-anak 300円 sampai 400円, pengunjung bisa menikmati dunia Doraemon sepuasnya, sampai waktu taman tutup. Lanjutkan membaca Sambutan Keramahan Alam Hokkaido

2015 in review

Dapat review dari Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini. tahun ke-2 blog ini bisa aktif meskipun postinganya masih tidak pasti tiap bulan, baru pertama ini ada review jadi semakin semangat nge-blog  biar gak goblog

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 9.500 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 4 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Di akhir tahun 2015 akhirnya tugas di HIMPRO sudah purna, Terima kasih kawan-kawan Asahi (Apresisasi Mahasiswa Dalam Himpunan) 1 tahun yang penuh pelajaran hidup 朝日は登る!イェイ~. Waktunya mencari kesibukan lain   🐱

Kebetulan kemarin motor sudah waktunya minta di Service, maka sembari menunggu service motor rampung mata saya tertuju pada tumpukan koran Jawa Pos yang tergeletak di meja tunggu. Bacaan yang membuat saya tertarik para resolusi atau harapan pada tahun ini yang dikirimkan pembaca, diantaranya  Lanjutkan membaca 2015 in review

Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit

インドネシアには『sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit』 というたとえがある。日本語では「小さいことから、丘になる」、それは小さいやりごとから、結果は大き事になるという意味だ。

昔から、インドネシアには丘が多いいで、人とともに生活をしているから。それで、よくこのたとえが使われる。現在でも、このたとえはお金を貯金している人がお金持ちになった場面で使われる。

私がこのたとえを紹介したいと思ったのは、このたとえが子供ころから、有名なたとえだ。それよりも、丘はインドネシアらしいの自然の環境の形である。そして、日本ではにているたとえがあり、せれはちりも積もれば、山となると言うたとえがあるから。日本人にとって、分かりやすいと思う。

現在、このたとえは生活には良く使うから、将来にもこのたとえは使うとおもう。

menulis itu tidak mudah, mengarang itu sulit. Maka kalau disuruh menulis karangan.. uhh(emoticon sweat drop)

menulis karangan dalam bahasa Jepang 作文 (sakubun) bisa dibilang sulit bagi saya, karena faktanya menulis karangan dalam bahasa Indonesia saja kesulitan. Kesulitan karena tidak terbiasa, sulit mengeluarkan kata-kata, tidak tahu mau memulai dari mana. Apalagi dengan keterbatasan perbendaharaan kata-kata rasanya sulit menuangkan gagasan kedalam bentuk tulisan. Lanjutkan membaca Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit