Mahasiswa

Begini Pengalaman Kena Tilang Saya

Pelanggar lalu lintas yang ketahuan akan dikenai tilang dan diwajibkan mengikuti sidang sudah pada tahu semua kan? Kan? Kan? Biasanya ketika ditilang oleh petugas polisi yang terhormat, polisi yang baik akan memberi hadiah surat tilang dan kita disuruh untuk mengikuti sidang di pengadilan sesuai tanggal tertera, sedangkan polisi  yang nakal akan memberi kode tertentu supaya bisa damai di tempat dan urusannya pelanggar jadi cepat selesai, Dan selama menjadi pengendara motor ini kali ke 2 saya terkena tilang, yang pertama dulu di kota Wonosobo ketika lampu kendaraan tidak nyala di siang hari, dapat surat tilang warna merah karena tanggal sidang bertepatan dengan waktu sekolah ya tidak saya ikuti tapi surat kendaraan yang disita sebagai barang bukti masih bisa diambil di pengadilan setelahnya. Kali kedua tertilang berbeda karena urusannya lebih panjang dan rumit. Begini kronologisnya,

Sabtu, 17 Januari 2015

Liburan kuliah gini saya keliling kota Semarang niatnya dapat tugas buat cari suvenir untuk kunjungan akademik ke Universitas Negeri Surabaya atau UNESA dan Nihonjin Gakkou スラバヤ日本人学校 atau Surabaya Japanese School soalnya bulan Februari nanti ada rencana kuliah kerja lapangan di Surabaya, bareng temen kami bakalan mencari itu suvenir di Masjid Agung Jawa Tengah berharap bisa nemu suvenir khas Semarang macam miniatur atau apa pun itu. Kemudian di sekitar toko oleh-oleh Jalan Pandanaran dilanjutkan ke kawasan Pasar Johar. Naasnya sehabis dari Masjid Agung  tepatnya di Jalan Pandanaran, karena saya kurang perhitungan lampu lalu lintas masih hijau saya terobos (mikirnya waktu itu masih sempat di warna kuning) ternyata kenyataannya enggak. Singkat cerita datang pak polisi menanyakan beberapa pertanyaan standar, memberi tahu kesalahan saya menerobos lampu merah dan menyuruh saya ke posnya. Di sini kesalahan yang saya buat adalah meminta surat tilang warna biru kepada polisi, karena pernah baca di media sosial yang di share teman kalau pakai surat tilang biru lebih cepat dan uang denda dibayar lewat bank tanpa perlu ikut sidang ternyata itu tidak akurat. Hal ini baru saya sadari setelah di lain hari membayar uang titipan ke bank, mau bayar pas hari H ditilang bank tutup, hari Sabtu bro.. sungguh mengenaskan… ditambah lagi ternyata bayar di bank harus bayar denda maksimalnya yaitu IDR 500k mampus gak.

Selasa, 20 Januari 2015

Hari di mana bank buka, mau ke bank hari pas hari Senin badan lagi gak sehat. Masih dengan ketidaktahuan saya  tentang slip tilang warna biru tapi udah tau kalo harus siap-siap uang 500k. Agak siang sedikit saya meluncur ke bank BRI Jl. Pandanaran antre sampai di teler, menanyakan apa keperluan saya. Saya pun menunjukkan slip tilang berwarna biru dan ditanyai pelanggarannya apa, dicek slip nya tertera melanggar pasal 287. Di sini mbak teler kelihatan bingung karena Cuma tertera pasal 287, harusnya ada subnya ayat berapa gitu karena polisinya yang menilang saya lupa atau tidak tahu pasalnya mungkin. Meskipun saya sudah bilang pelanggarannya lampu lalu lintas yang harusnya pasal 287 ayat(2). Mbak telernya tidak berani memproses. Di sini saya diberi opsi apabila tidak membayar slip birunya bisa ditukarkan dengan slip warna merah atau meminta kejelasan pasalnya kepada polisi. Mau tukar slip merah sekarang pasti slipnya sudah ada di Polrestabes. Akhirnya supaya bisa membayar di bank, saya mencari pos polisi terdekat dan meminta untuk menambahkan tulisan “ayat (2)” udah. Tapi sebelum itu pak polisi yang saya temui kali ini mencoba untuk menawarkan bantuan mengambil SIM saya yang ditahan di Polrestabes, saya tolak dengan halus karena ragu-ragu. Balik ke Bank antre sekali lagi dan bayar di teler. Sesudah urusan di Bank kelar sekarang menuju ke Polrestabes Semarang Barat di Jl. Ronggolawe Selatan untuk mengambil SIM sampai di sana saya diberi tahu untuk menuju ruang tilang lantai 2, yang ternyata sudah tutup pelayanannya ..elah.. waktu saat itu menunjukkan pukul 14.30. Saya pun kembali ke besoknya lagi.

Rabu, 21 Januari 2015

Kembali di Polrestabes, kali ini saya datang jam 10 menuju ruang tilang mendapati SIM kembali di tangan namun sebelum itu diberi tahu untuk mengikuti sidang dan nanti sisa setoran titipan di bank diambil di BRI Jl. Patimura sambil sedikit tertawa karena melihat saya mau-maunya saya repot mengurus tilang minta slip biru

Jumat, 30 Januari 2015

Hari Sidang, males banget sih ngikut sidang yang sepertinya bakal bersusah payah buat antre nanti, tapi penasaran juga seperti apa prosedurnya. Jadi ini pertama kalinya saya ikut sidang tilang, jam 8 saya sudah berada di gedung Pengadilan Negeri Semarang di daerah Krapyak, menurut cerita teman  di pengadilan sebelum sidang banyak calo dan biasanya mulainya jam 9 meskipun di surat tilang ditulis jam 8 (malah di surat tilang saya tidak ditulis jam sidang). Kenyataan sejak memarkirkan kendaraan di depan pengadilan saya langsung disambut calo yang menawarkan jasa mencari nomor urut jadi nanti tidak perlu berjuang berdesakan katanya  (begini toh calo pengadilan). Tanpa perlu memakai calo nomor urut pun bisa saya dapatkan dengan mudah yah, di sana ada 3 ruang sidang yang masing-masing untuk sidang pelanggaran lalu lintas, saya di ruang 3 dengan no urut 1672 (ruang 3 dimulai dari no urut 1010) sebelum sidang dimulai baik di luar dan di dalam ruang sidang sudah disesaki “pelanggar” (yah begitu Hakim menyebut kami manusia yang ada dalam ruang sidang), sementara tempat duduk sudah tidak ada yang kosong artinya tidak beruntung, berdirilah sampai sidang mulai dan nomor urut dipanggil.

sesak sempit oksigen sedikit dalam ruang pengadilansesak sempit oksigen sedikit dalam ruang pengadilan

Di sela-sela kesesakan saya berdiri di dekat pintu sesekali ada “pelanggar” yang tanya ke saya, “Ini bener ruang 3 tho?”. Dilanjutkan ada seorang bapak yang menyapa, terjadilah obrolan ringan yang lumayan untuk menyeka waktu.  Jadi bapak ini datang ke pengadilan  mewakili anaknya yang melakukan pelanggaran, “Aku suruh dia datang kesini (pengadilan) gak mau, biar tau prosesnya lho”  saya hanya meng iya-kan setuju saja (^^ゞ. Tiba-tiba bapak lain berkacamata nimbrung, tanpa dikomando dia bercerita panjang tentang kronologis penilangannya dan argumen-argumennya tentang sistem birokrasi yang ada saat ini harus diubah. Cukup lama cerita satu arahnya sampai sidang dimulai baru terpaksa berhenti bapak berkacamatanya.

Pukul 09.15 hakim muncul dan sidang dimulai dengan penjelasan prosedur, kemudian pelanggar dipanggil dengan range nomor urut 20-30. Di sini situasi sangat tidak kondusif karena apa yang hakim sampaikan tidak terdengar jelas dan saat dipanggil pun berdesakan parah karena antrenya abstrak. Singkatnya giliran saya dipanggil dan diputuskan dendanya Rp 39.000 ditambah biaya perkara Rp 1000, keluar dari ruang sidang masih antre lagi di loket untuk mengambil hasil putusan sidang. . sungguh hari yang penuh dengan antrean abstrak.

selesai sidang antri di loket dan dapat surat iniselesai sidang antre di loket dan dapat surat ini

Urusan di pengadilan selesai jam 11 jeda. Selesai Shalat Jumat kali ini tujuan saya ke BRI Jl. Patimura tidak lain untuk mengambil hak saya, di BRI Patimura antre lagi tapi kali ini saya bisa antre dengan layak. Untuk mengambil Uang titipan selain dibutuhkan surat putusan dari pengadilan, bawa identitas diri dan materai 6000 (meskipun bank menyediakan, saya ingat di dalam tas masih ada materai sisa dulu waktu daftar Unnes hehehe) yang berlaku. Akhirnya IDR 460k kembali ke tangan saya Alhamdulillah (^^)v

Ya begitulah sekelumit kisah pelanggaran lalu lintas yang saya lakukan, terlalu banyak yang tidak pasti di dunia ini. Jangan mau kena tilang merepotkan, caranya jangan melanggar peraturan lalu lintas, selalu cek kelengkapan surat berkendara, pahami baik-baik peraturan yang berlaku, pahami kondisi jalan raya, dan selalu berdoa.


Pelanggaran lalu lintas 交通違反 (koutsuuihan)
SIM 運転免許証 (untenmenkyoshou)
Lampu lalu lintas 信号機 (singouki)

ABOUT ME
Hanif
Kuli Bahasa, bahasa Jepang - bahasa Indonesia

POSTED COMMENT

  1. Andicha Primasta berkata:

    Baru ‘ngeh’ ternyata prosedurnya gitu bro, gila jelimet amat. Oh iya kepoin blogmu ah, komentarnya disini aja ya hahaha. Keep writing and keep blogging, sob!

  2. Edu berkata:

    Bro…yg tanda bukti setor 500rb awal nya ga perlu dibawa lagi ya copy nya pada saat pencairan dana di BRI ? Jadi hanya surat putusan sidang, KTP dan materai 6000

  3. Siska berkata:

    Bro, kalo dpt surat tilang warna biru tetap harus setor 500rb dulu ke BRI ya?
    Kalau langsung datang pas sidang gitu bisa mdak? (Tanpa setor 500rb ke BRI)
    Apes aku bro kemarin dpt biru.. Ndak mudeng juga nih.. Ihikss

  4. Didi berkata:

    Waduh, meskipun bayar denda langsung lewat bank tetep sidang ya bro?
    Tapi begitu denda dibayar di bank, surat2 langsung bisa diambil kan ya? Thanks

  5. sofyan berkata:

    bray .. kalau udah dapet form biru , tapi ikut sidang (tanpa bayar ke BRI) itu gmn prossesnya????

    • Hanif berkata:

      sebaiknya ditanyakan ke satuan yang menilang anda dulu mas, kalau tidak bayar di Bank. Karena bisa saja berkas ditahan dan tidak diteruskan ke pengadilan.

  6. sofyan berkata:

    ok bray … tapi kemarin kata polisinya .. kalau sudah ke BRI . pengambilan barang bukti/sitaan bisa di ambil ke laka lantas (jika berkas belum di kirim ke pengadilan) / ke pengadilan (jika sudah di kirim ke pengadilan)

  7. dira berkata:

    gan ane mau nanya, barusan ane masuk jalur busway dan kena pasal 287 untuk sidang di pengadilan negeri jaksel tanggal 30 minggu depan. ini kira2 sama kaya ente ya maksimal paling 50rb ane baca di thread kaskus walaupun di tulisannya maksimal Rp. 500.000

  8. Yudiansyah berkata:

    Jadi denda yang tertera di slip tilang dengan hasil sidang berbeda ya, klo polisi tidak nyuruh bayar ke bank, bagai mana?

  9. vecko hernandez berkata:

    bro ane mau nanya dong ane kan barusan di tilang, ane minta slip biru nah ane di suruh bayar nih sama polisinya 1 jt rupiah di bri nah abis itu ane disuruh ke kantor satuan lalu lintasnya apakah uang ane di satlantasnya bakal ilang tuh 1 jtnya? atau ane ikut sidang juga?

  10. cuis berkata:

    Ga usah pada ribet bozz..ga serumit itu kog..ane udh 6x ikut sidang tilang. Pantang bagiku ngasih uang ama yg bawa sumpritan di jln..”pamali..” hehee..jngn mau di takut2in ama dnda yg segunung, itu modus yg punya sumpritan aja..buat nyari duwit dijln tuk maksi di warung sate kmbing..weleh weleh..engga kog bos..negara kita ga setega itu, indonesia gitu loh..asal sabar nungguin hakimnya dtng..ikutin sdng beres dah. Pesan ane..jngan pernah ngasih uang ama sumprit di jln yach..dosa sob..sekali lo pade ksih uang ketagian dia..panas ga dirasa lh..biar uang ga dpt gosong pula….wkkkkk……@pease..

  11. cempang berkata:

    Bro mau tnya nie, kalau byar ke bank 500k trus ngambil sim,a ke kantor pas nilang, itu uangnya balik gx?

  12. arya berkata:

    saya di semarang di tugu muda kena tilang

  13. Fajar berkata:

    Urusan tilang emang mrinding2 disko gan, apalagi banyak calo beterbangan disitu
    Menurut ane nih, bener yg ditulis tdi, klo lokasi masih deket rumah atau sekitaran lah sma tempat kena tilang, jangan ragu minta surat tilang MERAH, simpel murah gak lama, biarin tuh polisi ngedumel kayak apa, tapi jg yg perlu diperhatikan, PASAL PELANGGARAN, silahkan google sndri ya, jngn sampai kena pasal berlapis yg sodara gak merasa nglakuin, buat referensi aja dan amannya
    Ada trik nih biar enak, liat tanggal sidangnya, tunggu aja seminggu, tuh barang agan sudah di kejaksaan (jngn kesana hari jumat karena bnyak gak ada petugasnya)
    Lgsung bayar dah klo di kejaksaan, gak pake antri pula, 5menit bereess dan uang agan masuk ke negara, dripada gak jelas kemana

    • Fiex berkata:

      Ane setuju gan, ini cara ane selama ane ditilang… Ga pernah ane nginjek pengadilan n ngasih duit si seragam coklat di jalanan… Tinggal ngambil di loket kejaksaan, ga pake antri n nungguin hakim..

    • Arip berkata:

      Kalo kayak gtu berlaku untuk slip biru nggak mas?

  14. M Rizal Faqih berkata:

    Permisi saya mau bertanya untuk surat tilang yg berwarna biru .
    Dan saya juga suda transfer denda max Rp500.000.
    Klo untuk pengambilan SIM/STNK yg di tahan sama bpk polisi .
    Kalau Untuk pengambilan SIM/STNK sekalian pada waktu sidang gimana gan ??

  15. […] ke Kantor Imigrasi Semarang di jalan Siliwangi No 154 Krapyak tepatnya di sebelah pengadilan tempat dulu mengurus surat tilang. Saya memilih cara pandataran walk-in (konvensional) karena tidak sempat untuk pendaftaran online […]

  16. ochi berkata:

    kena tilang di cawang pagi ini jam 9 pagi dpet surat slip biru bayar denda tertera 500ribu tidak bayar ke bank sma polisinya dusurh lngsung, apa dendanya akan sama jika ikut pengadilan ???

  17. antedewi berkata:

    besok jadwal sidang, dpt slip biru juga. blm transfer, niatnya pengin liat jumlah denda dulu di web kejaksaan besok atau senin siang. kayak gitu bisa gak ya? jadi gak bayar denda maksimal, which is 500k tapi yg udah diputusin di pengadilan aja. minta sarannya dong gan? makasih.
    setuju sih, kalau gak mau ditilang perhatiin semua hal sampai sekecil2nya biar gak ada celah buat polis nakal nilang. kalau tetap ditilang, wes, doain aja pak polisnya dapat hidayah dan kembali ke jalan yg benar.
    thank you sharingnya mas brow.

    • Hanif berkata:

      bayar langsung di pengadilan aja mbak, btw lancar sidangnya mbak?

      • Vindy Candra berkata:

        Maaf mas, kemarin sempat kena tilang ps 287(2)..dpt sms briva byr denda max 500rb..klo sdh byr sruh ambil ke pos polisi lg..klo ga byr trs lngsng dtg kejaksaan aj gpp y? krn sy ga mampu byr segt.nti di kejaksaan bs lbh rendah, sama atau lbh besar krn tidak bayar di bank?? terima kasih

  18. Vindy Candra berkata:

    dan stnk yg ditahan berarti sekalian bs diambil di kejaksaan pas byr kan?? tgl sidang 7 nov 2017..mohon info..terima kasih

  19. adam berkata:

    Nif kalo mau langsung bayar denda di kejaksan tanpa ke pengadilan itu bisa? di hari yg sama dengan hari disidang atau beberapa hari kemudian? trimakasih sebelumnya

Tinggalkan Balasan ke Fiex Batalkan balasan